BERITA TERKINI
01

Berita Terbaru

Bantu Pengeluaran Jelang Idul Adha, Puluhan Warga Palembang Serbu Operasi Pasar Murah
Ekonomi 5 days ago

Bantu Pengeluaran Jelang Idul Adha, Puluhan Warga Palembang Serbu Operasi Pasar Murah

PALEMBANG — Puluhan warga rela mengantre sejak pagi hari demi mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau dalam gelaran operasi pasar murah yang diadakan di Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Kehadiran pasar murah ini dinilai sangat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, terutama dalam menyambut hari raya Idul Adha.

Lurah 1 Ulu, Khairul Effendi, menyampaikan bahwa program ini memang sengaja diinisiasi untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan pokok warga di lingkungan sekitar kelurahan.

"Alhamdulillah, disambut sangat antusias. Ini sangat membantu kebutuhan warga menyambut hari raya Idul Adha," ujar Khairul, Kamis (21/5/2026).

Tingginya antusiasme warga membuat sejumlah komoditas pangan prioritas langsung laku keras dalam waktu singkat. Bahan pokok yang paling diburu mulai dari beras, minyak goreng, telur, hingga daging segar. Selisih harga yang ditawarkan pun terbilang cukup signifikan jika dibandingkan dengan harga di pasar tradisional.

Sebagai gambaran, beras SPHP yang biasanya dibanderol sekitar Rp69.000 per karung, dalam operasi ini hanya dijual seharga Rp54.000. Komoditas lain seperti minyak goreng dipatok Rp14.700 per liter, sementara telur ayam ras dijual Rp24.000 per kilogram.

"Masalah harga alhamdulillah relatif murah dan sangat terjangkau untuk masyarakat, terutama ibu-ibu. Walaupun selisih seribu atau dua ribu rupiah, itu sangat berarti bagi mereka," tambah Khairul.

Manfaat ini dirasakan langsung oleh Aminah (42), warga setempat yang sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan beras murah.

"Sengaja datang pagi-pagi demi beras murah ini. Di pasar biasa harganya bisa sampai Rp70.000 lebih, di sini cuma Rp54.000. Lumayan banget sisanya bisa dipakai buat beli bumbu dapur yang lain," tutur Aminah.

Kegembiraan serupa diutarakan oleh Ratna (38). Ia merasa sangat terbantu karena bisa membawa pulang telur dan minyak goreng dengan harga di bawah standar warung eceran.

"Alhamdulillah telur per kilonya cuma Rp24.000, biasanya di warung dekat rumah bisa sampai Rp29 ribuan. Minyak goreng juga dapat murah Rp14.700," ungkap Ratna.

Melihat besarnya dampak positif tersebut, Ratna berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda musiman menjelang hari besar keagamaan saja, melainkan dapat diselenggarakan secara rutin oleh pemerintah setempat.

Dua Pencuri Rumah Pejabat Pemprov Lampung Diringkus, Polisi Hadiahi Timah Panas
Hukum & Kriminal 6 days ago

Dua Pencuri Rumah Pejabat Pemprov Lampung Diringkus, Polisi Hadiahi Timah Panas

Bandar Lampung — Anggota kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak dua pemuda yang diduga melakukan aksi pencurian di kediaman salah satu pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Tindakan terukur tersebut dilakukan lantaran kedua pelaku mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap.

Aksi kriminalitas ini dilakukan oleh dua tersangka, yakni Nurul Arif (24) dan Wisnu Ramadhan (19). Keduanya menggasak satu unit sepeda motor serta burung peliharaan di rumah korban yang berlokasi di kawasan Pahoman, Kota Bandar Lampung, pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iskandari, mengonfirmasi bahwa pelarian kedua pelaku tidak berlangsung lama. Petugas berhasil mengendus keberadaan mereka beberapa jam setelah kejadian.

"Kedua pelaku berhasil diamankan pada Rabu (20/5/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Mereka ditangkap di sebuah rumah kos yang berada di wilayah Kedaton, Bandar Lampung," ujar Kombes Yuni Iskandari.

Penangkapan kedua tersangka dilakukan oleh tim khusus Tekab 308 Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung. Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa korban dari aksi pencurian ini merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di jajaran Pemprov Lampung.

Kombes Yuni Iskandari menegaskan kembali alasan petugas di lapangan terpaksa melepaskan tembakan ke arah kaki kedua pelaku. Tindakan tersebut diambil demi keselamatan petugas yang terancam akibat respons agresif dari para tersangka.

"Karena adanya perlawanan aktif yang dinilai membahayakan keselamatan tim di lapangan, kami melakukan tindakan tegas terukur. Setelah dilumpuhkan, kedua pelaku segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dijebloskan ke ruang tahanan Mapolda Lampung guna proses penyidikan lebih lanjut," urai Yuni pada Rabu (20/5/2026).

Diduga Melawan karena Pengaruh Sabu

Selain menyita sepeda motor dan burung hasil curian sebagai barang bukti, petugas juga menemukan fakta mengejutkan di lokasi penangkapan. Di dalam kamar kos tersebut, polisi mendapati sebuah alat isap sabu atau bong.

Polisi menduga kuat bahwa aksi nekat kedua pemuda yang berani melawan petugas saat digerebek dipicu oleh efek halusinasi dan hilangnya kesadaran akibat mengonsumsi narkotika.

"Berdasarkan temuan alat isap bong di tempat kejadian, para pelaku ini diketahui baru saja mengonsumsi sabu sebelum digerebek. Kami menengarai perlawanan sengit yang mereka berikan itu terjadi karena di bawah pengaruh barang haram tersebut," tambah Yuni.

Akibat perbuatan kriminalnya, Nurul Arif dan Wisnu Ramadhan kini harus bersiap menghadapi hukuman berat. Pihak kepolisian menjerat kedua tersangka dengan Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang membawa ancaman hukuman pidana penjara maksimal hingga 7 tahun.

DIDUGA DIPICU OBAT NYAMUK BAKAR DALAM KELAMBU, AYAH DAN ANAK DI MUBA TEWAS TERBAKAR
Peristiwa 1 week ago

DIDUGA DIPICU OBAT NYAMUK BAKAR DALAM KELAMBU, AYAH DAN ANAK DI MUBA TEWAS TERBAKAR

MUBA — Fakta baru terungkap dalam insiden kebakaran maut yang menewaskan ayah dan anak, Jamiran (70) & Mujahirin (30), di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Korban Jamiran diketahui selama ini tinggal sebatang kara di rumah berbentuk pondok tersebut sebelum ditemukan tewas terpanggang bersama sang anak.

Kapolsek Babat Toman, Iptu Faisal Muhammad, menjelaskan bahwa kepolisian awalnya hanya mengetahui pondok tersebut dihuni oleh satu orang. Namun, saat tim melakukan identifikasi di lokasi kejadian, petugas justru menemukan dua jenazah.

"Korban ini tinggal sendirian di rumah tersebut (pondok). Setelah mendapatkan laporan, anggota reskrim langsung meluncur dan melakukan olah TKP, korban ternyata dua orang meninggal dunia," ujar Iptu Faisal.

Tragedi kebakaran ini pertama kali disadari oleh seorang warga setempat yang kebetulan sedang melintas untuk pergi memancing. Saksi mata terkejut saat melihat pondok kayu milik korban sudah rata dengan tanah, hanya menyisakan puing-puing gosong dan kepulan asap putih.

Warga yang panik langsung melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga akhirnya mengevakuasi dua jasad korban yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah dievakuasi dari puing-puing kebakaran, jasad Jamiran dan Mujahirin sempat dibawa ke rumah sakit setempat sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk diurus proses pemakamannya.

Iptu Faisal menambahkan bahwa anak dan menantu korban Jamiran telah menyatakan keikhlasannya dan menolak untuk dilakukan prosedur autopsi terhadap kedua jenazah.

"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah kedua korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga," pungkasnya.

Saat ini, kedua jenazah bapak dan anak tersebut telah dikebumikan dengan layak oleh pihak keluarga di tempat pemakaman setempat. Dugaan sementara, api dipicu oleh kebiasaan korban Jamiran yang kerap menyalakan obat nyamuk bakar di dalam kelambu kamarnya.

Dipicu Abrasi Sungai Musi, Jalan Aspal di Muba Amblas dan Satu Warung Ambruk
UtamoNews 1 week ago

Dipicu Abrasi Sungai Musi, Jalan Aspal di Muba Amblas dan Satu Warung Ambruk

MUBA — Bencana tanah longsor melanda kawasan Jalan Laskar Jimbun LK III (Jalan Laut), Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 WIB ini menyebabkan satu unit warung milik warga ambruk total.

Selain menghancurkan bangunan warung, longsoran tersebut juga membuat akses jalan aspal di lokasi kejadian amblas. Situasi ini kian mengkhawatirkan lantaran pergerakan tanah kini mengancam keselamatan lima unit rumah warga yang posisinya berada persis di depan titik longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Marko Susanto, menjelaskan bahwa bencana ini terjadi akibat dampak dari abrasi aliran Sungai Musi. Terjangan air sungai secara terus-menerus memicu erosi pada tebing, hingga akhirnya meruntuhkan tanah yang menopang badan jalan dan bangunan di atasnya.

"Begitu menerima laporan dari masyarakat mengenai insiden ini, tim kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan mendata dampak kerusakan," ujar Marko Susanto.

Hingga saat ini, pihak terkait terus memantau kondisi di lapangan guna mengantisipasi adanya longsor susulan, mengingat kondisi tanah di sekitar tebing sungai masih rawan bergeser.

Pihak BPBD Muba merinci bahwa pergerakan tanah di lokasi kejadian cukup masif. Longsoran tersebut tercatat memiliki lebar mencapai tiga meter dari tepian Sungai Musi, dengan panjang kerusakan pada akses jalan aspal yang amblas mencapai 60 meter.

Kondisi ini membuat jarak antara titik longsor dengan permukiman warga kini hanya tersisa sekitar dua meter saja.

"Satu bangunan warung yang berada di bantaran Sungai Musi mengalami rusak berat setelah ambruk total. Sementara itu, ada lima unit rumah warga yang kini dalam posisi terancam karena letaknya sangat dekat dengan bibir longsoran," jelas Marko Susanto, Minggu (17/5/2026).

Berdasarkan hasil pendataan terakhir di lapangan, dampak dari bencana ini mencakup:

  • Jumlah Terdampak: Sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) dengan total 25 jiwa terancam kehilangan tempat tinggal akibat posisi rumah yang rawan.

  • Kerugian Materil: Total kerugian akibat robohnya warung warga diperkirakan mencapai Rp15 juta.

  • Korban Jiwa: Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden yang terjadi pada siang hari tersebut.

Saat ini, warga yang rumahnya terancam diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi atau ketika debit air Sungai Musi sedang meningkat.

Wagub Sumsel Cik Ujang Lepas Jalan Santai HUT ke-80 Sumsel, Ribuan ASN dan Warga Meriahkan Kebersamaan
UtamoNews 1 week ago

Wagub Sumsel Cik Ujang Lepas Jalan Santai HUT ke-80 Sumsel, Ribuan ASN dan Warga Meriahkan Kebersamaan

Palembang — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Sumatera Selatan berlangsung meriah. Ribuan peserta memadati halaman Kantor Gubernur Sumsel, Minggu (17/5/2026), untuk mengikuti kegiatan jalan santai, senam bersama, dan berbagai lomba hiburan.

Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, hadir langsung melepas peserta jalan santai. Dengan penuh semangat, ia memberangkatkan para peserta yang terdiri dari ASN Pemprov Sumsel, Forkopimda, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Rute jalan santai dimulai dari halaman Kantor Gubernur Sumsel, melewati Jalan Kapten A. Rivai, Jalan Pom IX, Jalan Sumpah Pemuda, Jalan Angkatan 45, Jalan Kapten Anwar Sastro, dan kembali finis di halaman kantor gubernur.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat Cik Ujang turut mengikuti senam sehat bersama peserta. Gelak tawa dan semangat kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan yang diikuti ribuan warga dengan mengenakan pakaian olahraga.

“Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pembangunan daerah serta jasa para pendahulu di Bumi Sriwijaya,” ujar Cik Ujang di sela kegiatan.

Ia menegaskan, selama delapan dekade Sumsel telah menunjukkan kemajuan di berbagai bidang. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Bagi saya, momentum hari jadi provinsi bukan sekadar seremoni belaka, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kesadaran hidup sehat, serta meningkatkan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Cik Ujang berharap melalui peringatan HUT ke-80 Sumsel, seluruh elemen masyarakat dapat terus bersatu dalam mewujudkan Sumsel yang mandiri, maju, dan sejahtera.

Senada dengan itu, Kepala Dinas PUBMTR Sumsel, Affandi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ajang silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Menurutnya, peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ASN Pemprov Sumsel, pegawai instansi vertikal, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Di usia ke-80, Sumsel tidak hanya merayakan hari jadinya melalui seremoni semata, tetapi juga lewat langkah kebersamaan, tawa, dan semangat gotong royong yang terus terjaga.

Polda Babel Ringkus 5 Debt Collector, 247 Mobil Korban Disita
UtamoNews 1 week ago

Polda Babel Ringkus 5 Debt Collector, 247 Mobil Korban Disita

Pangkalpinang — Aparat kepolisian berhasil mengamankan lima orang debt collector yang terlibat dalam aksi penarikan paksa ratusan kendaraan milik debitur di kawasan Bangka Belitung (Babel). Diketahui, komplotan ini telah menjalankan aksinya selama satu bulan terakhir.

Kanit Fismondev Ditreskrimsus Polda Babel, AKP Husni Apriyansah, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu yang relatif singkat tersebut, para pelaku mengaku telah menyita sekitar 247 unit mobil secara paksa dari tangan para korban.

Sebagian Kendaraan Dilarikan ke Luar Daerah

Menurut penjelasan Husni, tidak semua barang bukti saat ini berada di Bangka Belitung. Sebagian besar dari ratusan mobil yang dirampas tersebut diduga kuat telah dikirim dan dilarikan ke luar wilayah Babel.

Hingga saat ini, pihak kepolisian baru berhasil mengamankan sembilan unit mobil sebagai barang bukti.

"Mobil-mobil yang kami sita ini adalah kendaraan yang belum sempat dimasukkan ke dalam pool penyimpanan. Bahkan, beberapa di antaranya diketahui sudah bersiap untuk dilelang," ujar Husni di Mapolda Babel, Jumat (15/5/2026). Saat ini, polisi masih terus melakukan pengembangan untuk melacak sisa kendaraan lainnya.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini menyasar target spesifik, yaitu kendaraan yang status kepemilikannya telah dialihkan oleh debitur awal kepada pihak lain (pindah tangan).

"Fokus sasaran mereka adalah mengeksekusi kendaraan langsung dari debitur asli, maupun unit yang sudah berpindah tangan atau mengalami peralihan dari debitur tersebut," jelas AKP Husni Apriyansah.

Kelima tersangka yang berhasil diringkus memiliki latar belakang daerah yang berbeda, antara lain:

  • TF, asal Jakarta.

  • EAN alias Riken, ER alias Edos, dan LU alias Lukki, ketiganya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

  • AJT alias Andre, warga Maluku Tengah, Maluku.

Kelimanya dibekuk petugas di kawasan Jalan Tirta Darma Dalam, Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, pada Selasa (12/5/2026) Berawal dari Laporan Warga hingga Penahanan

Kabid Humas Polda Babel, Kombes Agus Sugiyarso, menegaskan bahwa pembongkaran sindikat ini bermula dari aduan masyarakat yang merasa resah dan terancam oleh tindakan intimidasi para debt collector tersebut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, kelima pria yang diduga kuat sebagai debt collector ilegal ini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini mereka telah ditahan di Rutan Mapolda Babel," ungkap Agus di Mapolda.

Modus Operasi dan Barang Bukti yang Disita

Dari tangan para tersangka, pihak kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:

  • 9 unit mobil berbagai merek yang sengaja dipasangi pelat nomor palsu.

  • 5 unit ponsel.

  • 1 buah lempengan besi.

  • 8 rangkap dokumen serta surat-surat terkait kendaraan.

Mengenai cara kerja pelaku, Agus membeberkan bahwa mereka mengelabui sistem dengan tidak menyerahkan kendaraan hasil sitaan kepada pihak perusahaan pembiayaan (finance).

"Modus operandi yang digunakan adalah merampas kendaraan dari tangan pihak ketiga (penerima pengalihan), kemudian menyembunyikan unit tersebut. Alih-alih dikembalikan ke pihak finance selaku pemegang hak fidusia, kendaraan itu justru mereka kuasai sendiri secara ilegal," pungkas Agus.