PALEMBANG – Nasib malang menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Apriyanti (36). Niat baiknya untuk taat administrasi dengan membayar pajak kendaraan justru berakhir pilu setelah sepeda motor Honda BeAT miliknya hilang digondol pencuri tepat di area parkir Kantor Samsat Palembang.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi di Kantor Samsat yang berlokasi di Jalan MP Mangkunegara, Kecamatan Sako, Palembang, pada Senin (6/4/2026) pagi, sekitar pukul 10.15 WIB.
Korban menuturkan bahwa dirinya tiba di lokasi untuk mengurus pembayaran pajak. Namun, saat urusan administrasi selesai dan hendak pulang, ia terkejut mendapati posisi parkir motornya sudah kosong.
Pengakuan Korban
Apriyanti menegaskan bahwa dirinya telah mengikuti prosedur parkir dengan benar, termasuk memastikan keamanan kendaraannya.
"Aku masuk parkir pakai karcis dan kunci setang sudah terkunci rapat. Pas selesai urusan sekitar jam 10.00, aku ke parkiran cari motor tapi sudah tidak ada lagi," ungkapnya saat memberikan keterangan pada Selasa (7/4/2026).
Hingga saat ini, korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib guna ditindaklanjuti. Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di area publik yang seharusnya memiliki pengawasan ketat, terlebih korban memiliki karcis parkir resmi.
Rasa syok yang mendalam membuat Apriyanti sempat menangis histeris di area parkir Samsat Palembang. Aksi spontanitas korban yang terpukul karena kehilangan harta bendanya tersebut sempat terekam kamera warga dan menjadi viral di jagat media sosial.
Kesedihan Apriyanti bukan tanpa alasan. Ia mengaku sangat menyayangkan motor Honda BeAT miliknya raib, padahal kendaraan tersebut baru saja selesai masa cicilannya.
"Sakit hati sekali, motor itu baru satu tahun lunas. Saya sampai menangis menjerit karena panik. Padahal karcis parkir, kunci, dan STNK semua masih ada di tangan saya, tapi motornya tetap saja hilang," tuturnya dengan nada sedih.
Keraguan Sistem Keamanan Parkir
Kasus ini menarik perhatian publik lantaran korban masih memegang karcis parkir resmi dan mengunci stang kendaraannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pengawasan dan keamanan di area parkir instansi pemerintah tersebut.
Saat ini, pihak berwenang diharapkan dapat menindaklanjuti laporan korban, terutama dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku pencurian.
Masalah CCTV dan Janji Ganti Rugi
Satu hal yang sangat disayangkan, pihak Samsat memberikan informasi mengejutkan bahwa kamera CCTV di lokasi kejadian dalam kondisi tidak berfungsi atau mati saat aksi pencurian berlangsung. Hal ini tentu menyulitkan proses identifikasi pelaku secara cepat.
Meskipun demikian, pihak pengelola parkir dan instansi terkait berjanji akan mencari jalan keluar melalui rapat internal. Fokus pembahasan mereka meliputi:
Prosedur Ganti Rugi: Menentukan skema kompensasi bagi korban.
Pencarian Unit: Koordinasi untuk melacak keberadaan motor yang hilang.
"Pihak Samsat meminta saya menunggu satu atau dua hari ini karena pimpinannya sedang menjalani ibadah umrah. Katanya akan dirapatkan dulu bagaimana soal penggantian motor saya," jelas Apriyanti.
Kerugian Mencapai Belasan Juta Rupiah
Apriyanti telah resmi melaporkan kasus ini ke Polsek Sako. Akibat insiden pencurian di area publik ini, korban ditaksir mengalami kerugian materiil mencapai Rp 15 juta.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memburu pelaku yang nekat beraksi di area perkantoran pemerintah tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menggunakan kunci pengaman ganda saat memarkirkan kendaraan di mana pun.