JAMBI — Pemadaman listrik meluas kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Jambi pada Sabtu (23/5/2026) pagi, setelah sempat membaik pasca-pemadaman panjang sejak Jumat (22/5/2026) malam. Gangguan kelistrikan ini merupakan bagian dari pemadaman massal yang berdampak pada hampir seluruh pulau Sumatra.
Wilayah Kota Jambi mulai gelap gulita sejak Jumat malam pukul 18.45 WIB, yang juga memicu lumpuhnya jaringan internet di area pemukiman warga dan jalan protokol.
Sabtu Dini Hari (01.30 WIB): Aliran listrik sempat kembali normal setelah sekitar enam jam padam. Beberapa warga memanfaatkan momen ini untuk segera mengisi daya baterai ponsel mereka.
Sabtu Pagi (08.30 WIB): Pasokan listrik kembali terputus secara mendadak, memicu kekecewaan warga yang belum mengetahui kepastian penyebab pemadaman susulan tersebut.
Pemadaman tanpa adanya pemberitahuan resmi ini berdampak signifikan pada sektor ekonomi lokal, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Risky Kurnia (28), seorang pedagang kuliner di daerah Jelutung, mengungkapkan kekecewaannya karena insiden ini terjadi menjelang akhir pekan (weekend). Menurutnya, omzet penjualan menurun drastis karena proses memasak dan penambahan stok makanan terhambat akibat ketiadaan arus listrik.
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) mengonfirmasi bahwa pemadaman masal ini dipicu oleh gangguan pada jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem.
Hingga Sabtu pagi pukul 05.00 WIB, tim teknis di lapangan dilaporkan telah berhasil memulihkan 178 jalur jaringan dari total 207 jalur yang terdampak gangguan.
"PLT terus mengupayakan percepatan proses penormalan sistem agar seluruh pasokan listrik ke rumah pelanggan bisa segera pulih total," jelas Manager Komunikasi PLN UID S2JB, Iwan Arissetyadhi.
Warga diimbau untuk memantau perkembangan dan pembaruan informasi terkini mengenai pemulihan listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau saluran komunikasi resmi PLN lainnya.