MURATARA – Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dilaporkan mulai membaik pada Senin (11/5/2026). Meski di beberapa wilayah air mulai turun, Kecamatan Rawas Ilir hingga kini masih terisolasi oleh genangan air yang tinggi.
Dampak Kerusakan dan Wilayah Terdampak
Kabid Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut. Berdasarkan data terbaru, dampak bencana ini meliputi:
Cakupan Wilayah: 41 desa/kelurahan di 4 kecamatan (Karang Jaya, Karang Dapo, Rupit, dan Rawas Ilir).
Populasi Terdampak: Sebanyak 14.167 KK atau sekitar 54.266 jiwa terdampak.
Kerusakan Bangunan:
35 rumah hanyut/rusak berat.
112 rumah rusak sedang hingga ringan.
5 jembatan gantung terputus.
Fasilitas Publik: Puluhan sekolah (PAUD-SMA), 10 puskesmas pembantu, 35 tempat ibadah, serta 11 kantor pemerintah turut terendam.
Sektor Pertanian: 30 hektare sawah dan 850 hektare perkebunan warga mengalami kerusakan.
Korban Jiwa
Satu korban jiwa dilaporkan dalam musibah ini. Seorang balita bernama Shanum Aqila Fitri (3) dinyatakan meninggal dunia setelah tenggelam di dalam genangan banjir yang masuk ke rumahnya di Desa Bingin Rupit.
Kondisi Terkini di Lapangan
Meskipun Rawas Ilir masih dikepung air, perkembangan positif terlihat di wilayah lain:
Surut Berangsur: Kecamatan Karang Jaya, Karang Dapo, dan Rupit mulai menunjukkan penurunan debit air.
Akses Jalan: Jalan lintas Rupit menuju Rawas Ilir kini sudah bisa dilewati kendaraan hingga titik Desa Mandi Angin.