DIDUGA DIPICU OBAT NYAMUK BAKAR DALAM KELAMBU, AYAH DAN ANAK DI MUBA TEWAS TERBAKAR

DIDUGA DIPICU OBAT NYAMUK BAKAR DALAM KELAMBU, AYAH DAN ANAK DI MUBA TEWAS TERBAKAR

MUBA — Fakta baru terungkap dalam insiden kebakaran maut yang menewaskan ayah dan anak, Jamiran (70) & Mujahirin (30), di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Korban Jamiran diketahui selama ini tinggal sebatang kara di rumah berbentuk pondok tersebut sebelum ditemukan tewas terpanggang bersama sang anak.

Kapolsek Babat Toman, Iptu Faisal Muhammad, menjelaskan bahwa kepolisian awalnya hanya mengetahui pondok tersebut dihuni oleh satu orang. Namun, saat tim melakukan identifikasi di lokasi kejadian, petugas justru menemukan dua jenazah.

"Korban ini tinggal sendirian di rumah tersebut (pondok). Setelah mendapatkan laporan, anggota reskrim langsung meluncur dan melakukan olah TKP, korban ternyata dua orang meninggal dunia," ujar Iptu Faisal.

Tragedi kebakaran ini pertama kali disadari oleh seorang warga setempat yang kebetulan sedang melintas untuk pergi memancing. Saksi mata terkejut saat melihat pondok kayu milik korban sudah rata dengan tanah, hanya menyisakan puing-puing gosong dan kepulan asap putih.

Warga yang panik langsung melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga akhirnya mengevakuasi dua jasad korban yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah dievakuasi dari puing-puing kebakaran, jasad Jamiran dan Mujahirin sempat dibawa ke rumah sakit setempat sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk diurus proses pemakamannya.

Iptu Faisal menambahkan bahwa anak dan menantu korban Jamiran telah menyatakan keikhlasannya dan menolak untuk dilakukan prosedur autopsi terhadap kedua jenazah.

"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah kedua korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga," pungkasnya.

Saat ini, kedua jenazah bapak dan anak tersebut telah dikebumikan dengan layak oleh pihak keluarga di tempat pemakaman setempat. Dugaan sementara, api dipicu oleh kebiasaan korban Jamiran yang kerap menyalakan obat nyamuk bakar di dalam kelambu kamarnya.

Tentang Penulis

Faris

Faris

Jurnalis