Dampak Hujan Intensitas Tinggi, Banjir Meluas di 18 Kecamatan Kota Palembang

Dampak Hujan Intensitas Tinggi, Banjir Meluas di 18 Kecamatan Kota Palembang

PALEMBANG – Intensitas hujan yang sangat tinggi mengguyur Kota Palembang selama hampir dua jam pada Minggu (5/4/2026) sore. Fenomena ini mengakibatkan banjir meluas di 18 kecamatan, yang memicu lumpuhnya arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama serta mengganggu aktivitas warga secara signifikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan lebat melanda Bumi Sriwijaya sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Akibatnya, kemacetan panjang tidak terhindarkan di berbagai titik strategis. Sejumlah kendaraan roda dua dilaporkan mogok setelah pengendara nekat menerobos genangan air yang cukup dalam.

Daftar Wilayah dan Titik Vital yang Terendam

Sejumlah kawasan pusat kota dan jalan protokol mengalami dampak parah dengan ketinggian air yang bervariasi. Beberapa lokasi yang teridentifikasi mengalami genangan tinggi meliputi:

  • Pusat Perkantoran & Wisata: Kawasan Kambang Iwak, Jalan Kapten A. Rivai, serta Simpang Lima DPRD Sumsel.

  • Jalur Protokol: Jalan Angkatan 45, Jalan Sudirman, Jalan Angkatan 66, dan Jalan Kolonel H. Barlian.

  • Zona Ekonomi & Pemukiman: Kawasan Dempo, Jalan MP Mangkunegara, hingga wilayah Plaju dan Kertapati.

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di kawasan Jalan POM IX dan Jalan Kapten Anwar Sastro, di mana ketinggian air mencapai lutut orang dewasa atau setinggi ban mobil. Hal ini memaksa banyak pengendara untuk berhenti sejenak atau mencari jalur alternatif demi menghindari risiko kerusakan mesin.

Luapan Air Masuk ke Pemukiman Warga

Tak hanya melumpuhkan jalan raya, banjir juga mulai merangsek ke rumah-rumah warga. Rika, warga kawasan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, mengaku rumahnya kebanjiran tak lama setelah hujan dimulai. Ia bersama keluarga terpaksa berjibaku menguras air yang masuk hingga ke dalam ruangan.

"Kawasan ini memang langganan banjir jika hujan lebat. Air masuk dari bagian belakang rumah, sepertinya karena saluran drainase sudah tidak sanggup lagi menampung tingginya curah hujan," ungkap Rika.

Keresahan serupa dirasakan oleh Feni, warga lainnya. Meski rumahnya berada di area yang relatif tinggi, air tetap menggenangi area teras hingga ruang tamu. Menurutnya, intensitas hujan yang sangat ekstrem kali ini membuat sistem drainase kota benar-benar tidak berdaya.

Desakan Solusi dari Pemerintah

Kondisi banjir yang berulang setiap kali hujan deras turun menuai desakan dari warga agar pemerintah setempat segera mengambil tindakan nyata. Feni menekankan bahwa bencana rutin ini sangat merugikan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kalau terus-menerus begini, warga rugi besar karena banyak kendaraan yang rusak dan aktivitas harian terhambat. Harus segera ada solusi permanen agar Palembang tidak terus-menerus dikepung banjir," tegas Feni.

Hingga menjelang malam, sejumlah titik di Palembang terpantau masih tergenang. Para pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kemacetan panjang dan lubang jalan yang tertutup genangan air di jalur-jalur utama.

Tentang Penulis

iqbal

iqbal

Experience on News Reporting over 5 year