Dukung Kelancaran Ibadah Haji, Pemprov Tanggung Biaya Transit Jambi-Batam Senilai Rp 40 Miliar

Dukung Kelancaran Ibadah Haji, Pemprov Tanggung Biaya Transit Jambi-Batam Senilai Rp 40 Miliar

Jambi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengambil kebijakan strategis dengan mengalokasikan anggaran senilai Rp 40 miliar dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Dana tersebut diperuntukkan khusus sebagai subsidi biaya transportasi bagi Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jambi menuju embarkasi Batam. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Jambi dalam meminimalisasi beban finansial masyarakat yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Saat melepas keberangkatan CJH kloter 13 di Asrama Haji pada Rabu (6/5/2026), Gubernur Jambi Al Haris menjelaskan bahwa penggunaan dana BTT merupakan keputusan yang didasari atas pertimbangan mendesak. Menurutnya, pemerintah mengambil opsi tersebut semata-mata agar para jemaah tidak terbebani oleh besarnya tambahan ongkos perjalanan menuju embarkasi.

Fokus utama dari kucuran dana BTT tersebut adalah untuk menanggung penuh biaya transportasi pulang-pergi (PP) para CJH, mencakup keberangkatan dari Jambi menuju embarkasi antara di Batam, hingga proses kepulangan mereka nanti. Langkah ini dinilai krusial untuk memperlancar proses transit sebelum para jemaah diterbangkan menuju Tanah Suci.

Lebih lanjut, Al Haris memaparkan bahwa keputusan ini sangat dilatarbelakangi oleh kondisi riil di lapangan. Ia menerima laporan bahwa para jemaah sebelumnya sudah cukup kesulitan dalam menutupi biaya manasik haji. Mengingat bandara di Jambi belum memiliki rute penerbangan langsung ke Arab Saudi dan mengharuskan jemaah transit di Batam, pemerintah provinsi memutuskan untuk mengintervensi biaya transportasi rute tersebut agar jemaah tidak mengalami beban finansial ganda.

Meskipun mengalokasikan anggaran dalam jumlah yang cukup besar, Al Haris menegaskan bahwa tidak seluruh pos dana BTT dihabiskan untuk menutupi subsidi transportasi haji tersebut. Sisa anggaran dipastikan tetap aman dan disiagakan oleh pemerintah daerah guna mengantisipasi berbagai kebutuhan mendesak lainnya, terutama untuk penanganan bencana alam yang sewaktu-waktu dapat melanda wilayah Jambi.

"Keberangkatan jemaah haji ini memang menjadi prioritas yang mendesak, sehingga penggunaan BTT menjadi pilihan. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena persediaan dana BTT masih cukup memadai untuk menanggulangi kejadian-kejadian tak terduga lainnya di masa mendatang," pungkas Gubernur.

Melalui langkah intervensi anggaran ini, Pemprov Jambi menaruh harapan besar agar proses transisi keberangkatan CJH menuju Batam dapat berjalan aman, lancar, dan menghadirkan kenyamanan ekstra bagi para tamu Allah. Sebagai informasi, kloter 13 yang dilepas ini menandai keberangkatan 443 jemaah perdana dari Provinsi Jambi.

Para jemaah terlebih dahulu diantar menuju bandara untuk diterbangkan ke Batam sebelum bertolak ke Makkah. Secara akumulatif, total jemaah asal Jambi pada musim haji 2026 ini mencapai 3.035 orang, yang didistribusikan ke dalam delapan kelompok terbang (kloter).

Dalam momen pelepasan tersebut, Gubernur Al Haris juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh elemen petugas haji, meliputi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), hingga tim medis. Ia menekankan agar para petugas memberikan dedikasi dan pelayanan maksimal, khususnya kepada jemaah lanjut usia (lansia). Al Haris memperingatkan agar tidak ada laporan kelalaian pelayanan yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah di Tanah Suci.

Mengakhiri sambutannya, ia memanjatkan doa agar seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, mulai dari berangkat, saat menjalankan rukun Islam kelima, hingga kelak tiba kembali di tanah air dengan membawa predikat haji mabrur.

Tentang Penulis

Pratama

Pratama

Jurnalis