PALEMBANG – Kawasan ikonik Pasar 16 Ilir Palembang dilanda musibah kebakaran pada Kamis (7/5/2026) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Insiden ini mengakibatkan satu kios ludes terbakar dan memaksa seluruh aktivitas perdagangan di dalam gedung berhenti total hingga Jumat pagi.
Kronologi: Terdengar Ledakan di Area Kaki Lima
Api pertama kali terdeteksi oleh petugas keamanan pasar yang sedang berpatroli rutin. Menurut Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Ammar, saksi sempat mendengar suara ledakan dan melihat percikan api di area lapak kaki lima dekat tangga menuju lantai dua.
"Petugas keamanan mendengar adanya suara ledakan. Api kemudian merambat cepat melalui instalasi kabel listrik di dinding hingga menyambar plafon gedung bagian kanan," jelas Ipda Ammar, Jumat (8/5/2026).
Upaya Pemadaman dan Kerugian
Upaya awal pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh warga dan petugas keamanan sebelum akhirnya sembilan unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Si jago merah berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar satu jam, sehingga tidak merembet ke seluruh gedung.
Meski tidak ada korban jiwa, dampak material tetap dirasakan:
Satu Kios Ludes: Kios milik Andi yang menjual pakaian gamis hangus tak bersisa.
Kerusakan Air: Kios-kios di sekitar titik api mengalami kerusakan pada barang dagangan akibat terkena air selama proses pemadaman.
Penyebab dan Status Terkini
Tim gabungan dari SPKT, Reskrim, Inafis Polrestabes Palembang, dan Polsek IT I telah mengamankan lokasi. Berdasarkan olah TKP awal, api diduga kuat berasal dari korsleting pada panel listrik di sisi kanan gedung.
Hingga Jumat (8/5/2026), garis polisi masih terpasang melingkari area terdampak. Hal ini membuat para pedagang belum diizinkan masuk ke dalam gedung.
"Alhamdulillah kios saya selamat, tapi hari ini belum bisa berjualan karena akses masih dikunci dan dijaga petugas untuk pemeriksaan," ujar Iwan, salah satu pedagang yang menunggu di luar gedung.
Pihak kepolisian mengimbau pedagang untuk bersabar selama tim Inafis memastikan keamanan struktur bangunan dan instalasi listrik demi mencegah terjadinya kebakaran susulan.